INOVASI BANGSA DALAM RANCANG BANGUN MESIN PENGAYAK SERBUK KAYU DUA TINGKAT DENGAN METODE GETAR LINIER
DOI:
https://doi.org/10.31848/jkri.v3i2.4763Kata Kunci:
Keywords: Siewing machine, sawdust, two-level, oyster mushroom, efficiency, appropriate technology.Abstrak
The increasing demand for oyster mushrooms requires improved efficiency in the production of growth media, especially in the sieving process of sawdust, which is still done manually by many farmers. This study aims to design and build a two level sawdust sieving machine capable of producing different particle sizes in a single process. The machine is powered by a 1 HP electric motor using a 3:9 inch pulley transmission system and two mesh levels (mesh 18 and mesh 20) to separate coarse, medium, and fine particles. The design process included problem identification, 3D modeling using SolidWorks, mechanical calculations (torque, power, and capacity), fabrication, and performance testing. Test results showed that the machine can sieve 3 kg of sawdust in 300 seconds, equivalent to a capacity of 36 kg/hour, with improved time efficiency and more uniform output. This machine is expected to enhance farmers’ productivity, reduce labor costs, and contribute to the development of appropriate technology in agriculture, particularly in oyster mushroom cultivation
Permintaan jamur tiram yang semakin meningkat membutuhkan efisiensi dalam proses produksi media tanam, khususnya pengayakan serbuk kayu yang selama ini masih dilakukan secara manual oleh para petani. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun mesin pengayak serbuk kayu dua tingkat yang mampu menghasilkan ukuran serbuk yang berbeda dalam satu kali proses. Mesin ini dirancang menggunakan motor listrik 1 HP dengan sistem transmisi pulley 3:9 inch dan dua tingkat ayakan (mesh 18 dan mesh 20) untuk menghasilkan serbuk kasar, sedang, dan halus. Proses perancangan dilakukan melalui tahapan identifikasi masalah, desain 3D menggunakan SolidWorks, perhitungan mekanis (torsi, daya, dan kapasitas), serta pembuatan dan pengujian alat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu mengayak 3 kg serbuk kayu dalam 300 detik atau setara dengan kapasitas 36 kg/jam, dengan peningkatan efisiensi waktu dan hasil ayakan yang lebih seragam. Mesin ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani, menekan biaya tenaga kerja, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi tepat guna di bidang pertanian, khususnya budidaya jamur tiram
Referensi
Ardiansyah, Hendri Nur, Nasihin, Ihsan, Fatihah, Dhea Imroatul, Hidayat, Samsul, 2023, Sosialisasi Kelayakan Aspek Keuangan Pembuatan Briket pada UMKMProduksi Arang di Desa Waringinkaya, Bulletin of Community EngagementVol. 3, No. 2, 7, 213-221.
Awal P, Subosidi Dyah, 2014, Analisis Ukuran Partikel Bahan Penyusun Ramuan Jamu Dan
Volume Air Penyari Terhadap Mutu Ekstrak Yang Dihasilkan, Prosiding, Seminar Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Terapi Kanker, Universitas Wahid Hasyim.
Wati, Erna Kusuma, 2020, Rekayasa vibrasi Sistem Peredam Getaran, LP UNAS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
F. Anugrah, dkk. 2021, Budidaya jamur tiram dengan optimalisasi media tanam,” Jurnal Pertanian Indonesia, vol. 15, no. 2, pp. 45–52.
Halik, Muhammad Aslam, 2024, Perancangan Desain Alat Steamer Sterilisasi Baglog Jamur Menggunakan Metode Nida Pada Ikm Budidaya Jamur Tiram Maros, Politeknik Ati Makassar.
L. Annisa, 2023, Analisis nilai gizi jamur tiram sebagai alternatif pangan sehat,” Jurnal Pangan Fungsional, vol. 8, no. 1, pp. 23–30
Makky, Muhammad,; Napitu, Leo Saputra, Fahmy, Khandra., 2017, Pengembangan Alat Grading Limbah Serbuk Gergaji untuk Pemanfaatannya sabagai Bahan Campuran Komposit, Jurnal Rona Teknik Pertanian, 4, 65-79.
Erpinda, Mia, Manulang, Fuan Dini Artha, Annas, Aulia, 2026, Analisis Kelayakan Ekonomi dan Lingkungan Pemanfaatan Sekam Padisebagai Briket Biomassa, Dampak: Jurnal Teknik LingkunganUniversitas Andalas, Vol. 23 No. 1, 103-112
R. Salam, dkk., 2022, Efisiensi produksi media tanam jamur tiram melalui inovasi teknologi tepat guna,” in Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pertanian, vol. 7, no. 1, pp. 112–119.
J. E. Shigley, C. R. Mischke, and R. G. Budynas, 1997, Mechanical Engineering Design, 9th ed. New York: McGraw-Hill, 2011. [5] Sularso and H. Suga, Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta: Pradnya Paramita.
Rizqa Ruviana, Anisah Nurul Izzah, Musyaroh, Fatkhurrohman, Ahmad Khairul Faizin, 2026, Analisis Sistem Dinamis pada Mesin Pengayak Pasir Tipe VibratingScreen, Jurnal Creative Research in Engineering, 2774 – 8278.
Sagaf, Muhammad, Setiyowati, Desti, 2019, Pembuatan Baglog Melalui Rancang Bangun Mesin Sterilisasi Baglog Otomatis Dan Budidaya Jamur Tiram Dengan Kontrol Suhu Dan Kelembaban Kumbung Jamur Otomatis, Jurnal Abdimas Unwahas, Vol. 4, No. 1, 36-41.
Slamet Sulistiadi; Aprilliani Fenny; Kurniawan, Anri; (2021), Rancang Desain Alat Pengayakmodified Cassava Flour (Mocaf) Berdasarkan Analisis Kebutuhan, Morfologi Dan Teknik, Jurnal Teknik Pertanian Lampung Vol. 10, No. 1 (2021): 73-84.







