P PENERAPAN SISTEM INFORMASI JALAN RAYA DALAM MENEGAKKAN BUDAYA DISIPLIN BANGSA
DOI:
https://doi.org/10.31848/jkri.v3i1.4372Kata Kunci:
communication, highway, symbol, nonverbal, emotionAbstrak
Jalan raya termasuk lingkungan komunikasi paling buruk. Berbagai kejadian yang menunjukkan kegagalan komunikasi selalu terjadi. Jalan raya memang tidak didesain sebagai ruang komunikasi, namun lambang-lambang komunikasi tertebar. Dibutuhkan pemaham dan sikap dewasa para komunikator dan komunikan karena mereka berkomunikasi yang lebih dominan menggunakan jenis komunikasi nonverbal. Sasarannya adalah memahami simbol-simbol yang dimunculkan melalui kendaraan. Namun komunikasi akan berubah buruk ketika pihak lain salah memaknai simbol. Muncul anggapan egoistis-subjektif yang memancing emosi hingga tak terelakan terjadi adu fisik. Berkenaan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mengubah persepsi pengguna jalan hingga menyebabkan terjadinya kegagalan komunikasi. Menggunakan metode kualitatif dengan jenis analisis deskriptif untuk mengungkap fakta yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya komunikasi negatif karena kemampuan pengendalian diri pengguna jalan lepas dan tidak mampu mengelak ketika dibawa pada suasana emosi. Sedangkan komunikasi negatif berupa makian ataupun kata-kata kotor termasuk ke dalam perbendaharaan kata-kata dalam lingkup mental emosional.
Referensi
Adrianti, K. C., Wahid, A., & Novianti, L. D. (2020). STRATEGI KOMUNIKASI MENINGKATKAN TERTIB BERLALU LINTAS PADA DITLANTAS POLDA KALIMANTAN SELATAN. Repository UNISKA.
Anwar, R. (2018). HAMBATAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DI KALANGAN PELAJAR ASLI PAPUA DENGAN SISWA PENDATANG DI KOTA JAYAPURA. In Jurnal Common | (Vol. 2).
Aswarudin, Simangunsong, A. S., Damanik, S. N., Oktapia, D., & Rafsanjani, A. (2025). Persepsi Dalam Komunikasi Interpersonal. Journal on Education, 7(2), 11277–11283.
Fikri. (2023). Psikologi Lalu Lintas, Mengurai Problematika Manusia dan Transportasi (D. R. Rizqian, Ed.; Vol. 1).
Hotmanian, M. (2018). KOMUNIKASI PERSUASIF SATUAN LALU LINTAS (SATLANTAS) POLISI RESORT KOTA PEKANBARU DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BERLALU LINTAS MELALUI PROGRAM POLICE GOES TO SCHOOL DI KOTA PEKANBARU. In JOM FISIP (Vol. 5, Issue 1).
Junaedi, R. (2019). HUBUNGAN ANTARA SOSIALISASI KESELAMATAN BERKENDARA DENGAN PENINGKATAN SIKAP DISIPLIN LALU LINTAS MASYARAKAT JOMBANG. In Hubungan Sosialisasi Sikap Disiplin Lalu Lintas Masyarakat JCMS (Vol. 4, Issue 2).
Kusumawati, T. I. (2016). KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 6(2).
Lestari, P. (2023). TEORI KOMUNIKASI HATI (H. P. Indrasmara, P. Garmadyuti S, V. Z. Ardiyanti, & A. Diksita, Eds.; 1st ed.). LPPM UPN Veteran Yogyakarta.
Nurmasari. (2021). The roles of driver stress on driving style Peran stres berkendara terhadap gaya berkendara. Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 16.
Puspitasari, D. G., & Darmawan, J. (2013). SIGNAGE DAN PENERAPANNYA: LINGKUNGAN JALAN RAYA TOL BINTARO. Humaniora, 4(1), 475–490.
Ridha, M. (2016). EKONOMI POLITIK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN KEPENTINGAN KAPITAL. Jurnal Politik Profetik, 4(1), 66–82.
Sahir, H. S. (2022). Metodologi Penelitian (T. Koryati, Ed.; 1st ed., Vol. 1). Penerbit KBM Indonesia. www.penerbitbukumurah.com
Siti Ariska Nur Hasanah, Dwi Agustina, Oktavia Ningsih, & Intan Nopriyanti4. (2024). Teori Tentang Persepsi dan Teori Atribusi Kelley. CiDEA Journal, 3(1), 44–54. https://doi.org/10.56444/cideajournal.v3i1.1810
Suhaimi. (2015). GANGGUAN JIWA DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN MENTAL ISLAM. In Jurnal RISALAH (Vol. 26, Issue 4). www.gizi.net.Akses,
Tampinongkol, W. R., Tiw, T. M., & Sengkey, M. M. (2022). “DINAMIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI SATUAN LALU LINTAS POLRES MINAHASA.” Psikopedia, 3(3).
Usman, A. R. (2024). Memahami Makna Simbol Dalam Proses Komunikasi Memahami. International Journal Sadida, Islamic Communications Media Studies, 4(2), 69–84
Wardani, L. K. (n.d.). FUNGSI, MAKNA DAN SIMBOL. Seminar Jelajah Arsitektur Nusantara 101010.







