WAYFINDING LANJUT USIA BERBASIS SENSORIK PENDENGARAN, PENCIUMAN, DAN KULIT DI KOTA TUA JAKARTA.

Wayfinding Lanjut Usia Berbasis Sensorik Pendengaran, Penciuman, dan Kulit di Kota Tua Jakarta

Authors

  • Boi Dapot Lumban Raja Universitas Trisakti
  • Dedes Nur Gandarum Universitas Trisakti

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v9i4.4271

Abstract

Abstract: One of the actions in the program is the National Programs for Age-Friendly Cities and Communities (AFCC) is to support all elderly people enjoying independence and good health. To enhance independence, an elderly-friendly environment needs to pay attention to the elderly-friendly wayfinding aspect to help the process of achieving and moving activities independently. However, elderly wayfinding have not been studied in a lot. The wayfinding process is influenced by the individual's sensory abilities and the condition of the physical setting (environment). The physical condition of the elderly continues to decline with increasing age. The research question from the problem above is what is the role of physical settings on sensory in elderly wayfinding. The purpose of this study is to obtain a picture of the influence of physical settings on the sensory abilities of the elderly in wayfinding patterns particularly responded by kinesthesia and haptic sensory. The method in this study aims to obtain a picture of the physical environment responded by kinesthesia and haptic sensory that is friendly to the elderly in supporting independence. The research method used in this study is a quantitative method. This method uses a study approach to the Jakarta History Museum and Fatahillah Park Kota Tua in the old city area of Jakarta. The research method is carried out by observing the relationship between sensory abilities in a particular setting in the wayfinding process.

Keywords:  Wayfinding, Elderly, Physical Setting, Sensory

Abstrak: Salah satu tindakan dalam program tersebut adalah National Programs for Age-Friendly Cities and Communities (AFCC) untuk mendukung semua orang lanjut usia menikmati kemandirian dan kesehatan yang baik. Untuk meningkatkan kemandirian, lingkungan yang ramah lansia perlu memperhatikan aspek wayfinding ramah lansia untuk membantu proses mencapai dan memindahkan aktivitas secara mandiri. Namun, wayfinding lansia belum banyak dipelajari. Proses wayfinding dipengaruhi oleh kemampuan sensorik individu dan kondisi setting fisik (lingkungan). Kondisi fisik lansia terus menurun seiring bertambahnya usia. Pertanyaan penelitian dari masalah di atas adalah apa peran setting fisik terhadap sensorik dalam wayfinding lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh setting fisik terhadap kemampuan sensorik lansia dalam pola wayfinding khususnya yang direspon oleh kinestesi dan sensorik haptik. Metode dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang lingkungan fisik yang direspon oleh kinestesi dan sensorik haptik yang ramah terhadap lansia dalam mendukung kemandirian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode ini menggunakan pendekatan studi kasus di Museum Sejarah Jakarta dan Taman Fatahillah Kota Tua di kawasan kota tua Jakarta. Metode penelitian dilakukan dengan mengamati hubungan antara kemampuan sensorik pada suatu setting tertentu dalam proses pencarian jalan.

Kata Kunci: Pencarian Jalan, Lansia, Setting Fisik, Sensorik

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Lumban Raja, B. D., & Gandarum, D. N. . (2025). WAYFINDING LANJUT USIA BERBASIS SENSORIK PENDENGARAN, PENCIUMAN, DAN KULIT DI KOTA TUA JAKARTA.: Wayfinding Lanjut Usia Berbasis Sensorik Pendengaran, Penciuman, dan Kulit di Kota Tua Jakarta. Jurnal Arsitektur ARCADE, 9(4), 523–527. https://doi.org/10.31848/arcade.v9i4.4271