KAJIAN OPTIMALISASI FASAD BANGUNAN RUMAH TINGGAL DALAM MENUNJANG PROGRAM NET ZERO ENERGY BUILDINGS (NZE-Bs)
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v1i1.11Abstract
Abstract: The house is one of the primary needs of man, so planning the construction of houses should be careful and consider many things. Some of them, namely the potential physical and socio-cultural potential. Physical potential is considered to be the building materials, the local climate and geological conditions. Mean while, social and cultural potential consists of local architecture and way of life. Related to the issue of global warming that occurred in modern times, the climate becomes a major consideration that needs to be resolved.
Energy waste is also caused by the design of the buildings are not well integrated and not even one responsive to aspects of functionality, wet tropical climate of Indonesia. This is compounded designers are more concerned with aesthetic aspects (the prevailing trend). Issues green concept and the efficiency of energy consumption through the program Net-Zero Energy Buildings (NZE-Bs) of the housing sector as respon to tackle global heating-an already familiar in Indonesia, although its application can not be found significantly. Green concept by houses an developers often only as a mere trick and not realized and grown the responsibility of residents.
Â
Key word: socio-culture, Net-Zero Energy Buildings, energy consumption.
Â
Abstrak: Rumah merupakan salah satu kebutuhan utama manusia, sehingga perencanaan pembangunan rumah harus cermat dan mempertimbangkan banyak hal. Beberapa di antaranya, yaitu potensi fisik dan potensi sosial budaya. Potensi fisik adalah pertimbangan akan bahan bangunan, kondisi geologis dan iklim setempat. Sedangkan, potensi sosial budaya terdiri atas arsitektur lokal dan cara hidup. Terkait dengan isu pemanasan global yang terjadi pada masa modern ini, iklim menjadi sebuah pertimbangan utama yang perlu diselesaikan.
Pemborosan energi disebabkan oleh desain bangunan yang tidak terintegrasi dengan baik bahkan salah dan tidak tanggap terhadap aspek fungsi, iklim tropis basah Indonesia. Hal tersebut diperparah kecendeÂrungan para perancang yang lebih mementingkan aspek estetis (tren yang berlaku). Isu-isu konsep hijau dan efisiensi konsumsi energi melalui program Net Zero-Energy Buildings (NZE-Bs) dari sektor perumahan sebagai resÂpon untuk menanggulangi pemanasÂan global sudah tidak asing di IndoÂnesia, walaupun penerapannya maÂsih belum dapat ditemukan secara signifikan. Konsep hijau yang ditaÂwarkan oleh pengembang perumahÂan seringkali hanya sebagai trik peÂmasaran belaka dan tidak diwujudkan serta ditumbuhkan tanggung jawab para penghuni untuk menjaÂganya. Akibat minimnya pemahamÂan mengenai konsep hijau tersebut, para pengembang perumahan cenÂderung lebih banyak menawarkan lingkungan perumahan yang asri dan hijau, bukan konsep hijau yang sebenarnya.
Â
Kata Kunci: Sosial budaya, Net-Zero Energy Buildings, Konsumsi Energi
References
Carr, S., Francis, M., Rivlin, L. G., & Stone, A. M. (1992). Public Space. Cambridge: Cambridge University Press.
Creswell. (2007). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches Second Edition. New York USA: Sage Publication, Inc.
Erhorn, H. (2013). The Age of Positive Energy Building has Come. Fraunhofer Institute of Building Physics, Stuttgart.
Frick, H., & Mulyani, T. H. (2006). Arsitektur Ekologis, Konsep arsitektur ekologis di iklim tropis, penghijauan kota dan kota ekologis, serta energi terbarukan. Semarang: Kanisius dan Soegijapranata University Press.
Groat, L., & Wang, D. (2002). Architectural Research Methods. Canada: John Wiley and Sons, Inc.
Hosseini, Z. S., & Cole, R. J. (2013). Lessons from Net Positive Energy to be applied in Net Positive Material flows, 24–34.
Kolokotsa, D., Rovas, D., Kosmatopoulos, E., & Kalaitzakis, K. (2010). A roadmap towards intelligent net zero- and positive-energy buildings. https://doi.org/10.1016/j.solener.2010.09.001
Krier, R. (1979). Urban Space. London: Rizzoli International Publication.
Miller, W. (2012). Anatomy of a Sub-tropical Positive Energy Home ( PEH ). Journal Building and Environment, 56, 57–68.
Mintorogo, D. S. (1999). Strategi “Daylighting†Pada Bangunan Multi-Lantai Diatas Dan Dibawah Permukaan Tanah. Dimensi Teknik Arsitektur, 27(1), 64–71.
Mustika, N. W. M. (2010). Optimasi pencahayaan alami untuk efisiensi energi pada rumah susun dengan konfigurasi Tower Di Denpasar Studi Kasus : Rumah Susun Dinas Kepolisian Daerah Bali. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Olgay, V. (1973). Design with Climate – Bio Architec-tural, Climatic Approach to Regionalism. New Jersey: Princeton Press., University.
Prianto, E. (2012). Strategi Disain Fasad Rumah Tinggal Hemat Energi. Jurnal Riptek, Bappeda Kota Semarang, 6(1), 54–64.
Rachmat, W. B. (2000). Perkembangan Kota dan Beberapa Permasalahannya. Sebuah Bacaan Pelengkap untuk Sosiologi Masyarakat Kota. Yogyakarta: Fakultas Sosial dan Politik UGM.
Satwiko, P. (2005). Arsitektur Sadar Energi. Yogyakarta: Andi Press.
Soegijanto. (1999). Pengaruh Selubung Bangunan terhadap Penggunaan Energi dalam Bangunan. In Seminar Arsitektur Hemat Energi. Semarang: Universitas Kristen Petra.
Spradley, J. (1980). Participant Observation. New York: Rinehart and Winston.
Sue, R., Hyde, R., Champera, H., & Seigert, M. (2005). Transforming Markets in The Built Environment and Adapting to Climate Change: An Introduction. Journal of Architectural Science Review, Journal of Architectural Science Review, Taylor & Francis.
Sukawi. (2008). Ekologi Arsitektur: Menuju Perancangan Arsitektur Hemat Energi dan Berkelanjutan. In Simposium Nasional RAPI VII tahun 2008. Semarang: Jurusan Teknik Arsitektur FT UNDIP.
Thiers, S., & Peuportier, B. (2012). Energy and environmental assessment of two high energy performance residential buildings, 51, 276–284. https://doi.org/10.1016/j.buildenv.2011.11.018
UNEP SBCI. (2009). Building and Climate Change: Summary for decision makers. In UNEP DTIE Sustainable Consumption and Production Branch. Paris, France: UNEP SBCI, 2009, Building and Climate Change: SummarUNEP DTIE Sustainable Consumption and Production Branch.
Wai, T. K. (1994). Sustainable Symbiotic Systemic Phenomenon. New York: Van Nostrand Reinhold Company.
Widayanti, R., Suparman, A., & Sekarsari, N. (2010). Kajian Aspek Pemakaian Energi Pada Sistem Bangunan Tradisional Jawa. Seminar Teknik Arsitektur Universitas Gunadarma, 7(6), 1–4.
Yuliani, S. (2013). Paradigma Ekologi Arsitektur sebagai Metode Perancangan dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.
Retrieved from https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12832











