ANALISIS FRAMING PERNYATAAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA PRASETYO HADI DALAM MEMPERTAHANKAN LEGITIMASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS
DOI:
https://doi.org/10.31848/kosa.v4i1.4643Kata Kunci:
Komunikasi krisis, framing, legitimasi, Program Makan Bergizi Gratis, Prasetyo Hadi.Abstrak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, program ini menghadapi kritik dari sejumlah organisasi masyarakat sipil yang menuntut evaluasi dan moratorium sementara. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi krisis pemerintah dalam mempertahankan legitimasi Program MBG melalui framing yang dibangun oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman. Data diperoleh dari pernyataan resmi Prasetyo Hadi yang dimuat dalam pemberitaan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah membingkai polemik MBG sebagai persoalan teknis yang memerlukan perbaikan tata kelola, bukan kegagalan program secara keseluruhan. Pemerintah juga menekankan manfaat program bagi kelompok rentan dan wilayah 3T serta menawarkan solusi berupa evaluasi dan penataan ulang tata kelola tanpa menghentikan program. Temuan ini menunjukkan bahwa framing digunakan sebagai strategi komunikasi krisis untuk mempertahankan legitimasi dan dukungan publik terhadap Program MBG.
Referensi
Entman, R. M. (1993). Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58.
Coombs, W. T. (2007). Protecting Organization Reputations During a Crisis: The Development and Application of Situational Crisis Communication Theory. Corporate Reputation Review, 10(3), 163–176.
Coombs, W. T. (2013). Situational Theory of Crisis: Situational Crisis Communication Theory and Corporate Reputation. In The Handbook of Communication and Corporate Reputation.
Coombs, W. T. (2022). Situational Crisis Communication Theory (SCCT). In The Handbook of Crisis Communication.
Suchman, M. C. (1995). Managing Legitimacy: Strategic and Institutional Approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571–610.
McCombs, M., & Shaw, D. L. (1972). The Agenda-Setting Function of Mass Media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187.
Fombrun, C. J. (1996). Reputation: Realizing Value from the Corporate Image. Boston: Harvard Business School Press.
Entman, R. M. (1993). Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58.
Coombs, W. T. (2007). Protecting Organization Reputations During a Crisis: The Development and Application of Situational Crisis Communication Theory. Corporate Reputation Review, 10(3), 163–176.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suchman, M. C. (1995). Managing Legitimacy: Strategic and Institutional Approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571–610.
Firda Janati, Jessi Carina (2026, Juni11). Ramai desakan evaluasi BGN, Mensesneg janji tata kelola MBG diperbaiki. Kompas.com.






