dukungan emosional sebagai pengungkapan diri dalam relasi pertemanan usia dewasa awal
DOI:
https://doi.org/10.31848/kosa.v4i1.4655Kata Kunci:
dukungan emosional, keterbukaan diri, pertemanan dewasa. komunikasi interpersonal, ruang amanAbstrak
Memasuki masa dewasa, seseorang menghadapi berbagai tekanan hidup yang lebih rumit seperti tuntutan pekerjaan, situasi ekonomi, dan harapan keluarga. Di tengah tekanan tersebut, sikap terbuka (membuka diri) dan ketersediaan dukungan perasaan. Pertemanan menjadi hal yang penting untuk melindungi kesehatan mental,
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana faktor-faktor pendukung berperan,emosi yang muncul dan berperan dalam memperkuat hubungan pertemanan.
fase dewasa di Kampung Babakan Cikundul Kab.Cianjur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan utama dan diobservasi menggunakan kerangka Teori Perkembangan Dewasa, Teori Komunikasi Interpersonal Joseph A. DeVito serta Teori Penetrasi Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendalaman hubungan pertemanan dewasa dibangun oleh ketersediaan ruang untuk melepaskan beban mental tanpa penilaian, hubungan timbal balik yang matang, serta kepercayaan penuh dalam menjaga kerahasiaan. Unsur-unsur ini dicapai melalui komunikasi antar manusia yang berupa mendengarkan secara aktif validasi emosi, umpan balik yang sesuai, serta tindakan nyata baik secara verbal maupun nonverbal. Penemuan ini menunjukkan bahwa respons terhadap pengungkapan diri. Dengan dukungan emosional yang konsisten bisa berubah menjadi ikatan persaudaraan yang berupa hubungan perasaan yang memperkuat ketahanan mental seseorang di lingkungan masyarakat lokal.
Kata kunci: dukungan emosional, keterbukaan diri, pertemanan dewasa.
komunikasi interpersonal, ruang aman
Referensi
Azizah, N., & Sitasari, N. W. (2023). Studi deskriptif self disclosure pada dewasa awal
pengguna aplikasi tinder. In Psychommunity Seminar Nasional Psikologi Esa Unggul. https://prosiding.esaunggul.ac.id/index.php/SEMNASPSIKOLOGI/article/view/311
Dewi, S., Kurniati, N., & Asmoro, D. S. (2024). Dampak dukungan emosional teman
sebaya terhadap remaja: Kajian sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 12.
https://doi~.org/https://doi~.org/10.47134/pjp.v1i~4.2562
Handayani, T. R., Rahmawati, A., & Salmiyati, S. (2024, October). Hubungan dukungan
emosional dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di wilayah Kerja Puskesmas Bonorowo Kabupaten Kebumen. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas' Aisyiyah Yogyakarta (Vol. 2, pp. 2265-2271).Universitas' Aisyiyah Yogyakarta (Vol. 2, pp. 2265-2271).
https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/a/article/view/380
Kartikarini, R. V., & Purwanti, M. (2022). Gambaran social self-efficacy, self-disclosure,
dan status pertemanan pada mahasiswa baru. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 11(1), 20-40.Indonesia, 11(1), 20-40. https://doi~.org/10.30996/pe~rsona.v11i~1.6142
Muhrisa, M. (2022). Hubungan dukungan keluarga dan keterbukaan diri dengan kesepian
pada mahasiswa perantau (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung). https://repository.radenintan.ac.id/17341/
Muzakki, M. F. A., & Shanti, T. I. (2022). Hubungan antara perceived parental supportive communication dan self-disclosure pada emerging adult. MANASA, 11(1), 66-74.. https://doi.org/10.25170/manasa.v11i1.3396
Nathalie, G. G., & Sugianto, D. (2024). Peran welas diri terhadap pengungkapan kesulitan
pada individu dewasa awal dari keluarga yang bercerai. Jurnal Psikologi Ulayat, 11(2), 169-187.
https://publication.k-pin.org/index.php/jpu/article/view/617
Nasir, N. N., & Rachmah, F. A. (2025). KETERBUKAAN DIRI REMAJA PEREMPUAN
PADA ORANG TUA TUNGGAL. COMOJO (Communication Movement Journal), 3(1), 21-27. https://ejournal.iwu.ac.id/index.php/comojo/article/view/241/183
Rahma, A. I., Kusuma, R. S., Sos, S., & Kom, M. I. (2026). Keterbukaan Diri Antar Kakak
adik Tentang Pengalaman Hubungan Romantis (Doctoral dissertation, Universitas
Muhammadiyah Surakarta). https://eprints.ums.ac.id/146225/
Rahmayanti, A. F., & Ediati, A. (2022). Pertemanan online dan pengungkapan diri pada
dewasa awal pengguna instagram. Jurnal Empati, 11(5), 325-331.
https://pdfs.semanticscholar.org/db8d/ab589264f282551b66bb5a03ff0cfc5f188e.
Rambe, S. (2025). Pengungkapan Diri Mahasiswa Broken Home Universitas Malikussaleh
Dalam Hubungan Interpersonal. KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 22(02). https://komunikologi.esaunggul.ac.id/index.php/KM/article/view/1815, pdf
Runtu, V. C., & Kurniawan, J. E. (2017). Hubungan antara self-disclosure melalui media
sosial dan emotion focus coping pada wanita usia dewasa awal. Psychopreneur J ournal, 1(2), 94-105. https://journal.uc.ac.id/index.php/psy/article/view/840/730
Septiani, D., Azzahra, P. N., Wulandari, S. N., & Manuardi, A. R. (2019). Self disclosure dalam komunikasi interpersonal: Kesetiaan, cinta, dan kasih sayang. FOKUS: Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 2(6), 265-271.265-271. https://doi~.org/10.22460/fokus.v2i~6.4128
Shara, R. A. (2024). Hubungan Dukungan Sosial dengan Self Disclosure pada LakiLaki Dewasa Awal. Persepsi: Jurnal Riset Mahasiswa Psikologi, 3(2), 77-87.92 https://jom.uin-suska.ac.id/index.php/persepsi/article/view/3351
Shanti, T. I. (2020). Komunikasi suportif orang tua: Konsep, pengembangan, dan validasi. Jurnal InterAct, 9(2), 81-96. https://doi~.org/https://doi~.org/10.25170/i~nte~ract.v9i~2.202793
Sigarlaki, M. A., & Nurvinkania, A. A. (2022). Hubungan kecemasan sosial dengan
pengungkapan diri dalam hubungan pertemanan. Humanitas (Jurnal Psikologi), 6(3), 345-362.
https://journal.maranatha.edu/index.php/humanitas/article/view/5807/2457Tsani
Siregar, M. A., & Setiasih, S. (2022). Jurnal Ecopsy, 9(2), 161-168.Peran Relasi Teman
Sebaya terhadap Hubungan Keterbukaan Diri dan Kesepian pada Remaja
https://repository.ubaya.ac.id/43467/1/Setiasih_Peran%20Relasi%20Teman%20Sebaya.pdf
Syafitri, N. N., Islamia, I., & Syafrimen, S. (2021). Hubungan intimate friendship dan motif
diversi dengan pengungkapan diri pada mahasiswa pengguna instagram. ANFUSINA: Journal of Psychology, 4(2), 153-164. https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/anfusina/article/view/13984
Tsani, L. M., & Raihana, P. A. (2022). Hubungan Pola Asuh Otoritatif dengan
Keterbukaan Diri Pada Masa Emerging Adult (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Zahra, S. F., & Kustanti, E. R. (2023). Hubungan antara Kebutuhan Afiliasi dengan
Pengungkapan Diri Melalui Media Sosial pada Mahasiswa Angkatan 2019 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Jurnal Empati, 12(2), 112-120.






