PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGIS PADA KAWASAN PERKANTORAN DENGAN INTEGRASI PEMBUATAN SISTEM BIOPORI: STUDI KASUS PT. INTI JL. MOH. TOHA NO.77 BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.31848/jpkmkebangsaan.v2i2.4689Kata Kunci:
biopori, curah hujan, banjir, infiltrasiAbstrak
Perubahan iklim yang semakin nyata menyebabkan peningkatan intensitas curah hujan di berbagai wilayah, termasuk di Kota Bandung. Di kawasan perkantoran PT. INTI, yang terletak di Jl. Moh. Toha No. 77 Bandung, masalah ini menjadi penting karena banyaknya permukaan keras yang menghalangi infiltrasi air ke dalam tanah, dan genangan air hujan di beberapa area. Pembuatan lubang biopori sebagai solusi untuk memperbaiki daya serap tanah merupakan langkah yang relevan dan berkelanjutan. Lubang biopori dapat meningkatkan infiltrasi air hujan, mengurangi limpasan, dan memperbaiki kualitas tanah. Metode yang akan digunakan dalam pelaksanaan program ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga implementasi pembuatan lubang biopori. Sosialisasi akan dilakukan kepada pengguna kawasan termasuk pelaksana kegiatan untuk diberikan pemahaman mengenai pentingnya lubang biopori dalam mengatasi masalah genangan air dan mengurangi risiko banjir. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi konkret yang dapat diimplementasikan di kawasan perkantoran PT. INTI. Melalui pembuatan lubang biopori, diharapkan dapat menjadi model bagi kawasan lain di Bandung dan sekitarnya dalam mengatasi masalah limpasan air hujan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup
Referensi
Prasetyo, H., & Rahayu, S. (2020). Kualitas Air dn Dampaknya terhadap Kesehatan Masyarakat di Perkotaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(3), 112-125 https://doi.org/10.36352/jastis.v1i02.1068
Setiawan, M., Kartika, D., & Rahman, A. (2021). Pola Konsumsi Air Bersih dan Tantangan Sanitasi di Wilayah Peri-Urban. Jurnal Teknik Lingkungan, 20(4), 67-80. https://doi.org/10.36352/jastis.v1i02.1068
Fatmawati, Hartarto, E., Hidayati, Q., Yusuf Rio, W., & Dianovitas, C. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Damai Baru Dalam Pemanfaatan Lubang Resapan Biopori Sebagai Strategi Konservasi Air Tanah. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1, 19-27. https://doi.org/10.26751/jai.v6i2. 2770
Setyawan & Nuraini (2020). Hubungan Kadar Kesadahan dan Fluorida dalam Air Bersih pada Kejadian Penyakit Periodontal di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. E-Jurnal Universitas Diponegoro, https://doi.org/10.14710/jkli.22.3.252-258.
Widiastuti (2021). Lubang Resapan Biopori Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Kelurahan Sewu Kota Surakarta. Researchgate Publication,. 10.30738/ad.v3i1.4569
Putra (2020). Penyuluhan Pembuatan Biopori Sebagai Lubang Resapan di RT 04 Kelurahan Mayang Mangurai Kota Jambi. Jurnal Paradharma. 3(2), 129-134. https://doi.org/10.36002/jpd.v9i1




