MEKANISME DAN IMPLEMENTASI BIOREMEDIASI BERBASIS MIKROORGANISME UNTUK PEMULIHAN LAHAN TERCEMAR LIMBAH INDUSTRI
DOI:
https://doi.org/10.31848/ejtl.v8i2.4384Abstract
Bioremediasi merupakan teknologi restorasi lingkungan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan atau mentransformasi senyawa pencemar menjadi senyawa anorganik tidak berbahaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji mekanisme detoksifikasi mikroba serta strategi implementasi pada lahan industri tercemar. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kritis terhadap data teknis dan studi kasus relevan. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sangat bergantung pada optimalisasi biostimulasi khususnya parameter pH (rentang 6.0–8.0), suhu mesofilik (25°C–40°C), dan rasio C:N:P seimbang (misalnya 100:10:1). Studi kasus di Indonesia menunjukkan penambahan biokompos secara drastis meningkatkan efisiensi degradasi TPH; sebanyak 165,79 Kg TPH berhasil dihilangkan dari 2565 m3 tanah dalam 150 hari. Untuk polutan logam berat, mekanisme biosorpsi oleh fungi indigenus seperti Aspergillus flavus menunjukkan potensi besar. Arah masa depan riset berfokus pada bioremediasi presisi melalui integrasi teknik 'omik' dan ekologi sintetik untuk merancang konsorsium mikroba yang resilien terhadap tantangan lingkungan heterogen




