ANALISIS ESTIMASI EMISI CO2 DAN PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN BIOFISIK TERHADAP FLUKTUASI EMISI DI LAHAN GAMBUT
DOI:
https://doi.org/10.31848/ejtl.v9i1.4659Abstract
Ekosistem lahan gambut merupakan penyimpan karbon organik masif yang sangat rentan terhadap alih fungsi lahan dan drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi CO2 yang dihasilkan dari tanah gambut serta menganalisis faktor lingkungan dari tanah gambut terhadap fluktuasi emisi CO2 yang dilepaskan ke atmosfer. Melalui metode kajian literatur terhadap studi yang menggunakan teknik closed chamber dengan instrumen Licor LI-8100 dengan model Artificial Neural Network (ANN) dan metode manual dengan gas kromatografi, ditemukan bahwa estimasi emisi CO2 tahunan sangat bervariasi tergantung faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Pada lahan gambut terbuka, total emisi mencapai 59,82 ton/ha/th, sedangkan pada lahan gambut terbuka dengan alih fungsi lahan pertanian dan perkebunan berkisar antara 31,30 hingga 42,60 ton/ha/th. Nilai-nilai tersebut secara konsisten mendekati nilai patokan (default value) IPCC 2014 untuk gabut tropis terdrainase. Faktor lingkungan biofisik, terutama Muka Air Tanah (MAT), teridentifikasi sebagai pengontrol utama emisi dan meningkatkan pelepasan CO2. Selain itu, suhu menunjukkan korelasi positif terhadap laju respirasi mikroba, sementara kelembapan dan pH tanah berperan penting dalam memodulasi aktivitas enzimatik biota tanah. Pemanfaatan model matematis seperti ANN terbukti efektif dalam memprediksi fluktuasi emisi berbasis parameter biofisik dengan tingkat korelasi R2 mencapai 0,5545.




