OPTIMALISASI RUANG PUBLIK DALAM PENDIDIKAN ARSITEKTUR: STUDI KASUS KAMPUS 2 UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.31848/m1snee60Abstrak
Perbedaan generasi memengaruhi pemanfaatan ruang publik dalam pendidikan arsitektur, baik indoor maupun outdoor, karena variasi perilaku, kebutuhan, dan pola pikir. Fasilitas pendidikan arsitektur berperan sebagai laboratorium desain nyata, namun distribusi penggunaannya dipengaruhi oleh gap generasi yang mencakup empat kelompok usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gap generasi dalam pemanfaatan ruang publik indoor di Kampus 2 UAJY serta mengevaluasi keterhubungan spasialnya menggunakan analisis Space Syntax (Connectivity Convex Space Analysis dan Axial Line by Pixel). Metode penelitian menggunakan kuesioner online dan partisipasi berbasis Conceptboard untuk menggali persepsi pengguna, serta analisis keterhubungan spasial guna mengevaluasi pola interaksi berdasarkan konektivitas dan visibilitas ruang. Hasil menunjukkan bahwa generasi muda lebih banyak menggunakan zona dengan konektivitas tinggi dan aksesibilitas visual optimal. Sebaliknya, generasi yang lebih tua memilih ruang dengan konektivitas lebih terbatas dan visibilitas lebih rendah. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa desain ruang publik harus mempertimbangkan strategi berbasis Space Syntax guna meningkatkan konektivitas visual, fleksibilitas penggunaan, dan adaptasi terhadap kebutuhan generasi berbeda. Temuan ini menjadi dasar bagi rekomendasi redesign ruang publik yang lebih inklusif dan adaptif.
Kata Kunci: Kesenjangan Generasi dalam Pemanfaatan Ruang, Desain Adaptif Ruang Publik, Space Syntax
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Arsitektur ARCADE

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










