PENATAAN RUANG PRODUKSI DALAM PABRIK MARMER UNTUK MENDUKUNG ARSITEKTUR INDUSTRI BERKELANJUTAN
DOI:
https://doi.org/10.31848/ggz50j37Abstrak
Industri marmer menghasilkan limbah padat berupa potongan dan pecahan yang sering tidak tertangani secara optimal sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan dan tata ruang pabrik. Permasalahan utama yang ditemukan pada pabrik marmer adalah penataan ruang produksi yang belum terintegrasi dengan sistem penanganan limbah, ditandai dengan jarak yang jauh antara mesin produksi dan fasilitas penampungan limbah, alur sirkulasi material yang saling berpotongan, serta sistem sirkulasi air dan water treatment yang tidak linear. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analisis dengan pendekatan studi eksploratif melalui observasi langsung pada alur produksi, studi literatur, serta analisis tata letak fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi spasial antara zona produksi, zona penampungan limbah, dan sistem pengolahan air mampu mengurangi limbah tercecer hingga ±20%, menurunkan konsumsi air hingga ±15%, serta meningkatkan efisiensi alur kerja produksi. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi tata ruang berperan penting dalam mendukung prinsip arsitektur industri berkelanjutan pada pabrik marmer.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Arsitektur ARCADE

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










