STRATEGI PENANGANAN KEMACETAN PADA PERSIMPANGAN JALAN DENGAN KETERBATASAN RUANG (Studi Kasus: Koridor Jalan Pulau Galang, Desa Pemogan, Kota Denpasar)
Case Study: Pulau Galang Road Corridor, Pemogan Village, Denpasar City
DOI:
https://doi.org/10.31848/a96f1898Abstrak
Kemacetan lalu lintas pada persimpangan dengan keterbatasan ruang merupakan permasalahan umum di kawasan perkotaan yang berdampak pada menurunnya efisiensi pergerakan, kualitas lingkungan, dan kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kemacetan serta merumuskan strategi penanganan berdasarkan keterkaitan antara fungsi ruang, aktivitas kawasan, dan kapasitas ruang jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Relative Importance Index (RII) untuk menilai tingkat kepentingan faktor-faktor penyebab kemacetan pada persimpangan di sepanjang koridor Jalan Pulau Galang, Desa Pemogan, Kota Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya volume kendaraan, keterbatasan kapasitas ruang persimpangan, aktivitas tepi jalan, serta kurangnya sarana dan prasarana pendukung menjadi faktor utama penyebab kemacetan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemacetan tidak semata-mata disebabkan oleh persoalan teknis pergerakan kendaraan, melainkan juga oleh ketidakseimbangan antara fungsi ruang, intensitas aktivitas, dan kapasitas ruang jalan. Strategi penanganan yang diusulkan diarahkan pada penataan ruang kawasan dan peningkatan kualitas ruang jalan sebagai ruang publik, meliputi pengendalian aktivitas tepi jalan, penataan ruang persimpangan, serta peningkatan keterbacaan dan kenyamanan ruang. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan spasial dan arsitektural dalam memahami dan menangani permasalahan kemacetan pada persimpangan dengan ruang terbatas dalam satu kesatuan koridor jalan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Arsitektur ARCADE

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










