CARBON MITIGATION STRATEGY WITH ENGINEERED TIMBER: THE CASE OF MJØSTÅRNET
DOI:
https://doi.org/10.31848/s5p3x695Abstrak
Mjøstårnet merupakan bangunan yang menerapkan prinsip konstruksi berkelanjutan selama umur bangunan, dengan kayu sebagai material utama. Penggunaan kayu, khususnya kayu lokal dan prefabrikasi, berkontribusi pada pengurangan emisi karbon melalui potensi penyimpanan karbon, efisiensi transportasi, penghematan energi, serta minimisasi limbah konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peluang peningkatan kinerja keberlanjutan bangunan melalui pengurangan embodied carbon, dengan fokus pada elemen struktur yang memiliki kontribusi karbon terbesar, yaitu plat lantai. Metode penelitian dilakukan melalui perhitungan embodied carbon pada beberapa skenario alternatif material, meliputi penggantian pelat lantai dengan cross-laminated timber (CLT) dan beton fly ash dengan variasi kandungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CLT mampu menurunkan embodied carbon sebesar 25,59%, sementara penggunaan beton fly ash dengan kandungan 40% menghasilkan penurunan sebesar 14,07%. Kombinasi kedua strategi tersebut berpotensi mereduksi embodied carbon antara 29,47% hingga 39,81%. Temuan ini menegaskan efektivitas pemilihan material sebagai strategi mitigasi embodied carbon pada bangunan berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Arsitektur ARCADE

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










