PERAN RUANG SEKOLAH SEBAGAI MEDIA REGULASI PERILAKU DAN ISTIRAHAT MENTAL ANAK ATTENTION DEFICIT/HYPERACTIVITY DISORDER DI KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.31848/t07k8b51Abstrak
Anak dengan Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki karakteristik kesulitan mempertahankan fokus serta memiliki mobilitas dan impulsivitas yang tinggi, sehingga frekuensi istirahat mental yang dibutuhkan lebih sering dibandingkan dengan anak neurotipikal. Kondisi ini menuntut lingkungan sekolah yang lebih inklusif dengan tidak hanya mendukung belajar fokus, tetapi juga memfasilitasi sesi istirahat mental untuk regulasi perilaku dan pemulihan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ruang sekolah dalam mendukung regulasi perilaku dan kebutuhan istirahat mental anak ADHD melalui studi observasi di dua institusi pendidikan di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung perilaku anak ADHD dan mengidentifikasi elemen visual ruang yang meliputi pencahayaan, warna, konfigrurasi ruang dan tata furnitur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak ADHD memanfaatkan aktivitas bergerak sebagai regulasi emosi dan cenderung kembali mencari ruang dengan tingkat distraksi rendah untuk memulihkan fokus setelah kebutuhan istirahat mental terpenuhi. Perbandingan kedua sekolah memperlihatkan ruang yang terstruktur mendukung pembiasaan perilaku, sementara ruang yang fleksibel dengan pembagian zona aktivitas memberikan pilihan aktivitas yang lebih adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa penyediaan ruang untuk kebutuhan istirahat mental di lingkungan sekolah merupakan kebutuhan esensial bagi anak ADHD. Sehingga, mereka dapat kembali fokus dan terlibat dalam proses pembelajaran secara optimal.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Arsitektur ARCADE

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










