ANALISIS STRATEGI PENERAPAN ELEMEN BIOFILIK NATURE IN THE SPACE PADA MAHBOEN COFFEE MALANG
DOI:
https://doi.org/10.31848/vy6z4s92Abstrak
Kesadaran akan pentingnya hubungan manusia dengan alam mendorong munculnya penerapan arsitektur biofilik dalam berbagai ruang komersial. Mahboen Coffee di Kota Malang menjadi studi menarik karena menampilkan konsep ruang yang memadukan elemen alami dan suasana terbuka di tengah lingkungan perkotaan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan arsip digital berupa ulasan pengunjung pada Google Review. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi penerapan elemen-elemen biofilik pada desain ruang, sedangkan data arsip digunakan untuk menilai persepsi pengguna terhadap keberadaan elemen tersebut. Dari total 546 ulasan, dilakukan pengelompokan berdasarkan tujuh aspek utama Nature in the Space meliputi koneksi visual, non-visual, stimulus sensorik, variasi suhu, pencahayaan alami, kehadiran air, dan hubungan dengan sistem alam. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen variasi suhu dan aliran udara (27,04%) merupakan aspek yang paling diapresiasi pengunjung, diikuti dengan hubungan dengan sistem alam (22,84%) dan koneksi visual dengan alam (13,75). Temuan ini menegaskan bahwa strategi desain Mahboen Coffee berhasil menciptakan pengalaman ruang yang alami, nyaman, dan sejalan dengan prinsip arsitektur biofilik.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Arsitektur ARCADE

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










