Menjembatani Presisi Olfaktori Tunanetra sebagai Basis Konseptual Pengembangan Desain Ruang Perfumery

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v9i4.4395

Abstrak

Penelitian ini mengkaji hubungan antara presisi olfaktori penyandang tunanetra dan kondisi ruang yang memengaruhi kejernihan aroma dalam lingkungan kerja perfumery. Systematic literature review dilakukan untuk mensintesis temuan dari neurosains, studi olfaktori perilaku, dan penelitian mengenai dinamika aroma dalam ruang. Hasil kajian menunjukkan bahwa presisi penciuman tunanetra terbentuk melalui reorganisasi neural yang memperluas pemrosesan bau pada tingkat kortikal. Meskipun demikian, ketelitian evaluasi aroma sangat dipengaruhi oleh kualitas ruang, khususnya stabilitas aliran udara, netralitas material, konfigurasi geometris ruang, serta jarak antaraktivitas yang menghasilkan intensitas aroma berbeda. Kajian ini juga mengidentifikasi adanya pemisahan disipliner antara penelitian olfaktori dan arsitektur, sehingga belum tersedia kerangka desain terpadu untuk ruang kerja perfumery. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan prinsip konseptual bagi ruang yang diperlakukan sebagai sistem sensoris yang mengelola stimulus aroma secara presisi. Prinsip ini menekankan pentingnya kontrol atmosferik, material netral, distribusi aroma yang teratur, dan zonasi aktivitas yang jelas untuk mendukung performa evaluatif, termasuk bagi penyandang tunanetra yang memiliki potensi olfaktori tinggi.

Kata Kunci: Olfaktori, Tunanetra, Desain ruang perfumery

 

Diterbitkan

2025-12-30

Cara Mengutip

Menjembatani Presisi Olfaktori Tunanetra sebagai Basis Konseptual Pengembangan Desain Ruang Perfumery. (2025). Jurnal Arsitektur ARCADE, 9(4), 583-593. https://doi.org/10.31848/arcade.v9i4.4395