Penerapan Arsitektur Multisensori pada Perancangan Pusat Wisata Gastronomi Tradisional Bali
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v9i4.4379Abstrak
Pertumbuhan pesat pariwisata kuliner global dan kontribusinya yang signifikan terhadap ekonomi kreatif di Indonesia mendorong perancangan Pusat Wisata Gastronomi Tradisional Bali untuk mengatasi minimnya kuliner lokal di area wisata utama seperti Canggu, Seminyak, dan Kuta. Perancangan ini bertujuan merumuskan spesifikasi, konsep, dan program ruang dengan pendekatan arsitektur multisensori, didukung oleh metode observasi, studi banding, dan studi literatur. Dengan konsep yang berfokus pada pengalaman rekreatif, inovatif, dan edukatif, perancangan ini merumuskan total luas bangunan 5.658,06 m² yang mencakup restoran, cooking class, dan galeri, yang berlokasi strategis di Jalan Sunset Road, Seminyak, dengan luas tapak 13.640 m². Konsep perancangan menerapkan sirkulasi radial, serta konsep natah pada arsitektur Bali, serta penggunaan elemen softscape dan hardscape untuk memperkaya pengalaman indrawi, menciptakan destinasi wisata kuliner yang inovatif, informatif, dan menarik bagi pengunjung.
