IDENTIFIKASI POTENSI INTEGRASI ANTAR PUSAT KEGIATAN (NODES) DI KAWASAN PERKOTAAN BANDAR LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4350Kata Kunci:
Public Open Space, Urban Nodes, Community Behavior, Integrated DevelopmentAbstrak
Keterbatasan Ruang Terbuka Publik (RTP) di Kota Bandar Lampung masih menjadi isu mendasar dalam pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Selain itu, struktur ruang Kota Bandar Lampung menunjukkan kecenderungan perkembangan pusat kegiatan yang bersifat polisentrik, dengan sebaran aktivitas di berbagai kecamatan, namun belum diimbangi oleh sistem perencanaan dan integrasi spasial yang memadai. Di sisi lain, aktivitas komunitas di ruang kota penting untuk diketahui dan dipahami untuk mendapatkan perspektif bagaimana ruang digunakan oleh masyarakat secara nyata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk dapat merumuskan konsep pengembangan pusat kegiatan atau nodes di Bandar Lampung yang adaptif, terintegrasi, dan responsif dengan mempertimbangkan perilaku komunitas disekitarnya. Metode yang digunakan yaitu observasi pemetaan (titik-titik pusat kegiatan) dan kueisioner (perilaku pengguna RTP). Adapun hasil nya memperlihatkan bahwa dari empat kecamatan yang ada di Bandar lampung, Kecamatan Enggal mempunyai potensi untuk menjadi node primer yang dapat mengintegrasikan node node lain disekitarnya
Referensi
Ahmad, N. (2023). Kesesuaian Taman Bermain Anak Di Alun-Alun Kota Malang Sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak. Jurnal Penelitian Anak Usia Dini.
https://doi.org/10.18860/jpaud.v2i2.6160
Barker, R. G. (1968). Ecological Psychology: Concepts and Methods for Studying the Environment of Human Behavior. Stanford University Press.
Cao, Y., & Tang, X. (2022). Evaluating the Effectiveness of Community Public Open Space Renewal: A Case Study of the Ruijin Community, Shanghai. Land. https://doi.org/10.3390/land11040476
Carr, S., Francis, M., Rivlin, L. G., & Stone, A. M. (1992). Public Space. Cambridge University Press.
Citra Persada, Novia Putri, & Dwi Bayu Prasetya. (2018). Kajian fungsi sosial budaya, estetika, dan ekologi taman “Hutan Kota” Way Halim Kota Bandar Lampung. Prosiding Semnas SINTA FT Unila Vol. 1. Fakultas Teknik Universitas Lampung.
Gehl, J. (2011). Life Between Buildings: Using Public Space. IslandPress. Washington, DC. https://doi.org/10.3368/lj.8.1.54
Getis, A. (1966). Christaller's Central Place Theory. Journal of Geography, 65, 220-226. https://doi.org/10.1080/00221346608982415
Kurniawan, N., Asmara, S., & Asbi, A. (2022). Strategi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Jumlah Penduduk Di Kota Bandar Lampung Tahun 2021-2030. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. https://doi.org/10.35472/jppk.v2i1.672.
Lynch, K. (1960). The Image of the City. MIT Press.
Pramudito, S., & Kurnial, B. (2020). Identifikasi Pola Aktivitas Pada Ruang Terbuka Publik Di Kampung Gampingan Kota Yogyakarta. , 7, 205-219.
https://doi.org/10.24252/nature.v7i2a6.
Prantiono, F., Warouw, F., & Sembel, A. (2024). Analisis Kebutuhan dan Potensi Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Bitung Berdasarkan Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI). Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur.
https://doi.org/10.35793/sabua.v13i1.59181.
Rohmah, E. (2022). Pengelolaan Ruang Publik (Studi Kasus Pembangunan Alun-Alun Lamongan). HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora.
https://doi.org/10.52166/humanis.v14i1.2832.
Siregar, A., Siagian, M., & Siahaan, N. (2023). Study Of Social Space In Open Space Case Study Of Kampung Keling, Medan City. International Journal of Education and Social Science Research. https://doi.org/10.37500/ijessr.2023.6223
Suciyani, W., & Oktavia, H. (2020). Evaluasi Taman R.A Kartini Sebagai Fungsi Sosial Bagi Komunitas Kreatif di Kota Cimahi. , 17, 20-36.
https://doi.org/10.30659/jpsa.v17i1.7006.
Van Meeteren, M., & Poorthuis, A. (2018). Christaller and “big data”: recalibrating central place theory via the geoweb. Urban Geography, 39, 122 - 148. https://doi.org/10.1080/02723638.2017.1298017
Wibowo, H., Rukayah, R., & Suprapti, A. (2015). Persepsi Masyarakat terhadap Alun-alun Kota Bandung sebagai Ruang Terbuka Publik. **, 36, 10-16. https://doi.org/10.14710/teknik.v36i1.7268
Widyawati, L. (2017). Semiotik Ruang Publik Kota Lama Alun-Alun Selatan Kraton Yogyakarta. **, 16, 15-26. https://doi.org/10.24853/nalars.16.1.15-26
Winarna, W., Bawole, P., & Hadilinatih, B. (2021). Redefinisi Ruang Publik Di Masa Pandemi Covid-19 Studi Kasus Di Kota Yogyakarta. Vitruvian Jurnal Arsitektur Bangunan dan Lingkungan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Arsitektur ARCADE

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










