KORELASI BENTUK PERKOTAAN DENGAN MOBILITAS PERKOTAAN PADA KOTA-KOTA DI NEGARA BERKEMBANG: TINJAUAN SISTEMATIK LITERATUR

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v9i3.4282

Abstrak

Pertumbuhan kota di abad ke-21 ditandai oleh urbanisasi masif yang menghadirkan tantangan kompleks terkait bentuk perkotaan dan mobilitas. Penelitian ini mengkaji korelasi antara bentuk perkotaan dan mobilitas di negara berkembang melalui tinjauan sistematik literatur dengan metode SALSA (Search, Appraisal, Synthesis, and Analysis). Sebanyak 20 artikel terbitan 1999–2024 dianalisis dengan fokus pada variabel – variabel dalam bentuk perkotaan dan mobilitas perkotaan. Hasil menunjukkan bahwa kota yang padat, bercampur fungsi, dan terhubung baik mendorong penggunaan transportasi umum, berjalan kaki, dan bersepeda, sehingga mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi dan menekan emisi. Sebaliknya, urban sprawl memperparah kemacetan, polusi, dan konsumsi energi. Negara berkembang menghadapi tantangan khusus, seperti kesenjangan sosial-ekonomi, dominasi transportasi informal, serta keterbatasan data dan tata kelola. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi perencanaan ruang dan kebijakan mobilitas berkelanjutan. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan kota padat dan inklusif berorientasi transit, didukung infrastruktur ramah pejalan kaki dan pesepeda serta regulasi transportasi informal, merupakan kunci untuk mewujudkan mobilitas perkotaan yang adil dan berkelanjutan.

Diterbitkan

2025-09-08

Cara Mengutip

KORELASI BENTUK PERKOTAAN DENGAN MOBILITAS PERKOTAAN PADA KOTA-KOTA DI NEGARA BERKEMBANG: TINJAUAN SISTEMATIK LITERATUR. (2025). Jurnal Arsitektur ARCADE, 9(3), 282-289. https://doi.org/10.31848/arcade.v9i3.4282