TRANSFORMASI ARSITEKTUR VERNAKULAR BALI AGA (STUDI KASUS: BALE GAJAH TUMPANG SALU DI DESA SIDETAPA, KABUPATEN BULELENG, BALI)
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v9i3.4245Abstrak
Penelitian ini membahas transformasi arsitektur vernakular Bali Aga di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng, dengan fokus pada Bale Gajah Tumpang Salu sebagai representasi rumah adat yang memiliki nilai historis, spiritual, dan sosial budaya tinggi. Arsitektur vernakular di desa ini mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap kondisi lingkungan, kosmologi lokal, serta dinamika sosial yang terus berkembang. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi perubahan bentuk, material, dan fungsi bangunan tradisional akibat pengaruh modernisasi dan kebutuhan fungsional masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi perubahan signifikan dalam orientasi bangunan, penggunaan material modern, dan penambahan ruang fungsional seperti dapur dan kamar mandi, masyarakat Sidetapa tetap berupaya mempertahankan nilai-nilai inti rumah adat mereka. Ruang-ruang suci, struktur kayu dalam, serta elemen-elemen simbolik seperti selepitan dan jaro masih dijaga eksistensinya. Selain itu, rumah adat juga berperan dalam aktivitas ekonomi seperti produksi kerajinan bambu yang menjadi mata pencaharian utama warga. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian arsitektur vernakular sebagai wujud identitas budaya yang dinamis. Strategi pelestarian yang mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan modern dan nilai tradisional menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Bali Aga di tengah perubahan zaman.
