PELESTARIAN ELEMEN FASAD BANGUNAN PEMBENTUK GAYA ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN LAMA STASIUN GARUT

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v9i4.4243

Abstrak

Stasiun Garut, yang diresmikan pada 14 Agustus 1889, telah mengalami berbagai transformasi sejarah, termasuk pembumihangusan pada 1947 dan revitalisasi pada 2022. Keberadaan bangunan ini sebagai cagar budaya penting untuk melestarikan karakter arsitektur lokal di tengah perkembangan kota yang tidak terencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arsitektur bangunan lama Stasiun Garut, dengan fokus pada komponen pembentuk fasad bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang melibatkan observasi lapangan dan studi literatur. Data yang diperoleh direkonstruksi dalam model tiga dimensi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai komponen fasad, termasuk entrance, dinding, pintu, jendela, atap, signage dan ornamen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski Stasiun Garut yang dibangun kembali pada 1949 pada periode arsitektur kolonial, bangunan lebih merepresentasikan gaya arsitektur kolonial transisi dengan ciri bangunan yang simetris dan beratap miring. Pengaruh Art deco juga terlihat dalam detail-detail geometris pada elemen fasad bangunan.

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

PELESTARIAN ELEMEN FASAD BANGUNAN PEMBENTUK GAYA ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN LAMA STASIUN GARUT. (2025). Jurnal Arsitektur ARCADE, 9(4), 600-608. https://doi.org/10.31848/arcade.v9i4.4243