FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS MASYARAKAT DI JALUR PEDESTRIAN JALAN GAJAH MADA DENPASAR DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LIVING
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v9i3.4242Abstrak
Meningkatnya pengguna kendaraan pribadi belakangan ini menjadi isu yang belakangan ini sering dibahas dan menimbulkan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah polusi udara meningkat dan terjadi penurunan jumlah masyarakat yang berjalan kaki. Active living merupakan berusaha untuk tetap menjalani gaya hidup sehat secara rutin setiap hari, misalkan seperti berjalan kaki atau bersepeda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat untuk bergerak aktif di sepanjang jalur pedestrian Jalan Gajah Mada Denpasar berdasarkan teori triple-bottom-line. Lokasi ini berada disebuah kawasan komersial dengan tingkat kemacetan tinggi di jam tertentu. Metode yang digunakan adalah kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui survey lapangan, wawancara dan pengumpulan data serta kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas hasil dari wawancara menjawab setuju bahwa berjalan kaki di jalur pedestrian dapat meningkatkan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan sosial serta mendukung ekonomi lokal. Namun, terdapat beberapa tantangan kurangnya fasilitas seperti masih terdapat parkir di jalur pedestrian, dan masalah keamanan yang perlu diperbaiki. Faktor ekonomi menjadi faktor utama bagi masyarakat untuk bergerak aktif, sementara kondisi lingkungan juga berperan penting. Penelitian ini membahas pentingnya merencanakan jalur pedestrian yang aman dan nyaman untuk mendorong masyarakat dalam bergerak lebih aktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Rekomendasi untuk studi lebih lanjut mencakup pengembangan regulasi dan desain pedestrian serta kolaborasi dengan komunitas.
