ELEMEN - ELEMEN SEMIOTIKA PELINGGIH GEDONG DI PURA PANTHI DEWA, DESA MENGWI, BALI
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v9i2.4085Abstrak
Abstrak: Abstrak Puri Ageng Mengwi (Kerajaan Mengwi) memiliki banyak peninggalan sejarah. Sayangnya, tidak banyak tulisan ilmiah yang mengeksplor hal tersebut. Salah satu peninggalannya yaitu Pura Panthi Dewa yang didalamnya terdapat Pelinggih Gedong yang sangat erat kaitannya dengan pihak puri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen arsitektur Pelinggih Gedong menggunakan teori semiotika Peirce, yang terdiri dari representamen (bentuk fisik), objek (yang dirujuk), dan interpretan (makna yang dihasilkan) secara mendalam. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan terpilih, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, validitasnya dipastikan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bagian Pelinggih Gedong, sejak dari atap (palih Sari), badan (palih Batur Sari), hingga bagian kaki (palih Bebaturan Sor), memiliki makna mendalam yang terkait dengan konsep kosmologi Hindu, seperti kekuatan Dewa Wisnu, Dewa Brahma, dan Dewa Iswara, serta nilai-nilai seperti kerendahan hati dan keteguhan dalam memuja kebesaranNya. Struktur bangunan ini, juga mencerminkan konsep Tri Angga (Uttama, Madya, Nista) yang menggambarkan tingkatan hierarki alam semesta. Penelitian ini, juga mengungkap pengaruh Puri Ageng Mengwi dalam wujud dan ornamen Pelinggih Gedong, yang mencerminkan hierarki sosial serta kekuasaan pada masa lalu.
Kata Kunci: Semiotika Peirce, Pelinggih Gedong, Tri Angga
