TRANSFORMASI DESAIN SEBAGAI STUDI TIPOLOGI RUMAH BA’ANJUNG DAN BALLA
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v9i2.4049Abstrak
Fenomena pemindahan ibu kota Indonesia telah menggeser fokus pembangunan dari Pulau Jawa ke wilayah Indonesia bagian tengah. Pulau Kalimantan dan Sulawesi tengah bersiap untuk melaksanakan tata kota terencana yang sama sekali baru, termasuk modernisasi kedua pulau tersebut, sementara kondisinya saat ini relatif masih tradisional. Permasalahan tersebut meliputi budaya lokal dan lingkungan alam yang terpinggirkan, terancam, dan terkikis karena pemindahan tersebut akan berdampak buruk bagi seluruh wilayah, seperti penggundulan hutan, pengaruh budaya global, dan modernisasi yang terjadi secara tiba-tiba. Konservasi dan pelestarian DNA arsitektur lokal menjadi urgensi penelitian; makalah ini menyajikan ide desain sebagai kajian yang didasarkan pada arsitektur lokal dari dua perwakilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari berbagai potensi transformasi tipologi dua rumah adat, yaitu Ba’anjung (Kalimantan) dan Balla (Sulawesi), sebagai variasi alternatif untuk merangkul tradisi modern. Tujuannya adalah untuk mempromosikan struktur genetiknya sebagai tipe lengkung untuk pembangunan masa kini. Tipologi digunakan untuk mempelajari formasi morfologi, menunjukkan proses desain sambil menyelidiki dua tipe rumah sebagai studi kasus. Tahapan penelitian meliputi: 1) Kajian tipologi, 2) Konfigurasi modul, dan 3) Transformasi desain. Hasil yang diperoleh adalah kajian tipomorfologi berdasarkan transformasi desain unit. Hasil baru berupa variasi unit bentuk Ba’anjung dan Balla.
