POTENSI PENGEMBANGAN PERHITUNGAN IKE MODEL HIBRIDA PADA BANGUNAN GEDUNG PERKANTORAN DENGAN PENDEKATAN MULTITEORI
STUDI KASUS GEDUNG MENTERI DAN GEDUNG SUMBER DAYA AIR KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v9i2.4047Abstrak
Indeks Konsumsi Energi (IKE) adalah indikator utama dalam mengevaluasi efisiensi energi bangunan gedung. Namun, metode perhitungan IKE saat ini, seperti simulasi berbasis perangkat lunak, sering kali kompleks, memerlukan keahlian teknis, serta sumber daya yang besar, sehingga kurang praktis. Penelitian ini mengeksplorasi potensi model hibrida dalam perhitungan IKE dengan mengintegrasikan enam pendekatan teoritis guna menyederhanakan proses tanpa mengurangi akurasi. Studi kasus dilakukan pada Gedung Menteri PU dan Gedung Ditjen SDA dengan fokus pada analisis benchmarking sistem HVAC, pencahayaan, dan pola konsumsi energi. Hasil menunjukkan bahwa dengan pendekatan multiteori dan ketersediaan data lapangan, model hibrida berpotensi untuk dikembangkan dan diterapkan untuk menyederhanakan perhitungan IKE, terutama pada tahap desain awal dan evaluasi kinerja energi, meskipun terdapat tantangan dalam menjaga akurasi dan meningkatkan aksesibilitas metode bagi pengguna non-teknis. Studi kasus menunjukkan perbedaan IKE hingga 40% antara Gedung Ditjen SDA dan Gedung Menteri PU, dipengaruhi oleh faktor seperti sistem tata udara, pencahayaan, dan penggunaan lift. Model hibrida berbasis data empiris dengan mempertimbangkan karakteristik spesifik masing-masing gedung dapat menjadi solusi efektif untuk menjembatani kesenjangan antara kompleksitas dan kemudahan perhitungan IKE. Studi lanjutan diperlukan untuk mengintegrasikan data operasional dari lebih banyak bangunan serta mengoptimalkan simulasi berbasis perangkat lunak
