KAJIAN KONSEP HEALING THERAPEUTIC ARCHITECTURE PADA BALAI BESAR REHABILITASI NARKOBA BNN LIDO BOGOR
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v9i1.4031Abstrak
Penyalahgunaan narkoba telah menjadi masalah serius di Indonesia bahkan di seluruh dunia, dengan jumlah pecandu yang terus meningkat. Pada periode 2021 hingga 2023, sekitar 3,3 juta orang di Indonesia terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Salah satu penyebab utama fenomena ini adalah kurangnya fasilitas rehabilitasi narkoba yang memadai di Indonesia. Sebagian besar fasilitas rehabilitasi di Indonesia hanya menawarkan detoksifikasi tubuh secara aktif atau rehabilitasi medis, seringkali mengabaikan aspek penyembuhan pasif yang melibatkan jiwa dan kesadaran psikologis dengan bangunan atau lingkungan sekitar sebagaimana disebut dalam konsep healing therapeutic architecture. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah Balai Besar Rehabilitasi Narkoba BNN Lido yang berperan sebagai acuan standar penyediaan fasilitas rehabilitasi narkoba di Indonesia telah menerapkan prinsip healing therapeutic architecture. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur atau data sekunder. Analisis dilakukan dengan pendekatan prinsip healing therapeutic architecture dari Chrysikou, menghasilkan bahwa Balai Besar Rehabilitasi Narkoba BNN Lido menerapkan konsep tersebut meliputi care in community, design for domesticity, social valorization, dan integrated with nature. Namun, penerapan prinsip penggunaan material alami masih sangat kurang.
