Inklusi Kegiatan Bersepeda Dalam Perencanaan Keruangan Kota Berkelanjutan Di Kawasan Perkotaan Bangli

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v9i3.4027

Abstrak

Provinsi Bali saat ini menghadapi permasalahan kemacetan lalu lintas yang semakin meluas, tidak hanya terbatas di wilayah metropolitan SARBAGITA (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan), tetapi juga merambah ke kota-kota lain, termasuk Kawasan Perkotaan Bangli. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor sebagai dampak pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu faktor utama penyebab kemacetan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat. Salah satu solusi alternatif yang mulai berkembang adalah bersepeda, yang selain menjadi tren gaya hidup dan sarana olahraga, juga merupakan transportasi ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan masyarakat terhadap ruang dan infrastruktur pendukung bersepeda di Kawasan Perkotaan Bangli. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif naratif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aktivitas bersepeda meningkat, fasilitas pendukung seperti jalur sepeda dan ruang publik masih sangat terbatas. Pemerintah Daerah Bangli diharapkan dapat merespon fenomena ini dengan menyediakan jalur khusus sepeda yang memadai serta membangun infrastruktur ruang publik yang mendukung, guna menciptakan kota yang sehat, terhubung, dan berkelanjutan.

Diterbitkan

2025-09-07

Cara Mengutip

Inklusi Kegiatan Bersepeda Dalam Perencanaan Keruangan Kota Berkelanjutan Di Kawasan Perkotaan Bangli. (2025). Jurnal Arsitektur ARCADE, 9(3), 267-277. https://doi.org/10.31848/arcade.v9i3.4027