EVALUASI RUANG TERAPI SENSORI INTEGRASI BERDASARKAN KARAKTERISTIK HIPOVISUAL DAN HIPERVISUAL PADA ANAK AUTIS
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v9i1.4025Abstrak
Meningkatnya prevalensi kelahiran anak autis secara global, termasuk di Indonesia, telah menyoroti kebutuhan akan lingkungan terapi yang efektif, khususnya ruang terapi integrasi sensori. Ruang ini memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan anak-anak autis dengan memenuhi kebutuhan sensorik mereka yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik spasial ruang terapi integrasi sensori yang ada dengan kriteria desain yang ideal, dengan fokus pada rangsangan visual, yang secara signifikan berdampak pada emosi, perilaku, dan hasil terapi anak-anak autis. Penelitian ini menggunakan metode komparasi untuk menganalisis dua lokasi terapi, yaitu SLBS Mitra Ananda dan Puspa Holistic Integrative Care, dengan fokus pada sebelas variabel desain yang terkait dengan aspek visual. Temuan menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam desain dan fungsionalitas kedua ruang, dengan satu ruang yang condong ke arah lingkungan yang lebih terbuka dan merangsang secara visual, sementara ruang lainnya menekankan pada penahanan dan input sensorik yang terkendali. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun kedua lokasi memenuhi beberapa kriteria untuk terapi integrasi sensori, terdapat kesenjangan yang mencolok dalam mencapai desain optimal yang sepenuhnya mendukung kebutuhan sensorik anak autis. Penelitian ini berkontribusi pada wacana yang sedang berlangsung tentang merancang ruang terapi yang memenuhi kebutuhan spesifik individu autis dalam meningkatkan kualitas dan hasil terapi.
