Akuisisi Ruang Perkotaan Sebagai Tempat Bermain Anak: Studi Kasus Pandeyan, Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v9i2.3998Abstrak
Ruang urban sering kali dimanfaatkan anak-anak sebagai tempat bermain, meskipun tidak secara khusus dirancang untuk aktivitas tersebut. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana anak-anak mengakuisisi ruang kota dan memanfaatkan elemen-elemen urban sebagai bagian dari permainan mereka, dengan fokus pada permainan tradisional di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi langsung di Pandeyan, Yogyakarta, penelitian ini menemukan bahwa anak-anak menunjukkan kreativitas tinggi dalam menyesuaikan lingkungan sekitar, seperti jalan, trotoar, pagar, dan ruang terbuka, sebagai area bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai elemen kota memiliki affordance yang memungkinkan eksplorasi dan interaksi sosial anak-anak, tetapi juga menghadirkan tantangan terkait keselamatan dan aksesibilitas. Oleh karena itu, perancangan kota yang lebih inklusif dan ramah anak perlu mempertimbangkan keseimbangan antara ruang bermain terstruktur dan spontan. Dengan pemahaman ini, dapat menjadi acuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung perkembangan anak, baik dari aspek fisik, sosial, maupun kognitif.
