IDENTIFIKASI DESAIN BIOFILIK PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT

Authors

  • Bobby Alexander Riady Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4770

Abstract

Abstract: Biophilic design integrates natural elements into the built environment with the aim of improving occupant well-being and psychological recovery quality. In the context of hospital buildings, this approach holds relevance given the strong and well-documented relationship between the physical environment and the patient recovery process. However, studies in Indonesia and Southeast Asia have tended to examine biophilic design and energy efficiency as two separate research domains. This study identifies and analyses the application of biophilic design principles in two reference hospitals in Singapore, namely the National Heart Centre Singapore (NHCS) and Khoo Teck Puat Hospital (KTPH), using a qualitative descriptive approach through a case study method. Data were collected through secondary document analysis and cross-referencing with precedent studies. The findings indicate that both hospitals apply several biophilic design principles from the fourteen-pattern framework developed by Browning, Ryan, and Clancy (2014), including visual connection with nature, dynamic and diffuse lighting, thermal and airflow variability, material connection with nature, and prospect. The analysis demonstrates that these principles not only support the therapeutic quality of the environment but also contribute to passive energy efficiency strategies. This study concludes that an integrated approach to biophilic design can simultaneously address the need for a healing environment and building energy performance, particularly in the tropical climate context of Southeast Asia.

Keyword: Biophilic Design, Hospital Architecture, Healing Environment, Energy Efficiency, Case Study

Abstrak: Desain biofilik mengintegrasikan unsur-unsur alam ke dalam lingkungan binaan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan pengguna dan kualitas pemulihan psikologis. Dalam konteks bangunan rumah sakit, pendekatan ini memiliki relevansi yang tinggi mengingat kuatnya hubungan antara lingkungan fisik dan proses pemulihan pasien. Namun, studi-studi di Indonesia dan Asia Tenggara selama ini cenderung mengkaji desain biofilik dan efisiensi energi sebagai dua domain penelitian yang terpisah. Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis penerapan prinsip-prinsip desain biofilik pada dua rumah sakit rujukan di Singapura, yaitu National Heart Centre Singapore (NHCS) dan Khoo Teck Puat Hospital (KTPH), menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen sekunder dan tabulasi silang dengan studi preseden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua rumah sakit menerapkan beberapa prinsip dari kerangka empat belas pola desain biofilik yang dikembangkan oleh Browning, Ryan, dan Clancy (2014), meliputi koneksi visual dengan alam, pencahayaan dinamis dan tersebar, variabilitas termal dan aliran udara, koneksi material dengan alam, serta prospek. Analisis menunjukkan bahwa prinsip-prinsip tersebut tidak hanya mendukung kualitas terapeutik lingkungan tetapi juga berkontribusi pada strategi efisiensi energi pasif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan desain biofilik yang terintegrasi dapat secara bersamaan menjawab kebutuhan healing environment dan performa energi bangunan, khususnya dalam konteks iklim tropis Asia Tenggara.

Kata Kunci: Desain Biofilik, Arsitektur Rumah Sakit, Healing Environment, Efficiency Energi, Studi Kasus

Downloads

Published

2026-06-11

How to Cite

Bobby Alexander Riady. (2026). IDENTIFIKASI DESAIN BIOFILIK PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT . Jurnal Arsitektur ARCADE, 10(2), 270–277. https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4770