PENILAIAN EFISIENSI ENERGI GEDUNG IME UNSOED BERDASARKAN STANDAR BANGUNAN GEDUNG HIJAU

Authors

  • Nadia Nasution Universitas Jenderal Soedirman
  • Paulus Setyo Nugroho Universitas Jenderal Soedirman
  • Gathot Heri Sudibyo Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4647

Abstract

Abstract: Global warming is the increase in Earth's average temperature, primarily driven by greenhouse gas (GHG) emissions. The building sector accounts for 39% of global carbon emissions, underscoring the urgent need for effective mitigation strategies. Implementing green building practices is critical for advancing resource efficiency and sustainable design. In Indonesia, Green Building regulations are regulated in the Minister of Public Works and Public Housing Regulation Number 21 of 2021, which stipulates seven assessment parameters. This study aims to assess the performance of energy-efficiency parameters in the Integrated Medical Education Building at Jenderal Soedirman University. The method used is a descriptive, quantitative analysis of planning documents, field observations, and technical calculations, including Overall Thermal Transfer Value (OTTV), Roof Thermal Transfer Value (RTTV), Window-to-Wall Ratio (WWR), Lighting Power Density (LPD), and utility system performance. The assessment results showed a score of 31 points out of a maximum of 46 points or 67.39%. Further evaluation showed that the building still requires technical recommendations to improve energy efficiency. The implementation of technical recommendations resulted in a significant increase in the achievement score, from 31 points (67.39%) to 45 points (97.56%).

Keyword: Climate Change, Green Building, Sustainable Construction.

Abstrak: Pemanasan global merupakan peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi yang disebabkan oleh Gas Rumah kaca (GRK). Sektor bangunan menjadi salah satu kontributor utama dengan menyumbang 39% terhadap emisi karbon global. Upaya mitigasi diperlukan untuk menurunkan emisi karbon melalui penerapan bangunan gedung hijau yang menekankan efisiensi sumber daya dan desain berkelanjutan. Di Indonesia, regulasi Bangunan Gedung Hijau diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021 yang menetapkan tujuh parameter penilaian. Penelitian ini bertujuan menilai kinerja parameter efisiensi penggunaan energi pada Gedung Integrated Medical Education Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui analisis dokumen perencanaan, observasi lapangan, dan perhitungan teknis yang mencakup Overall Thermal Transfer Value (OTTV), Roof Thermal Transfer Value (RTTV), Window to Wall Ratio (WWR), Lighting Power Density (LPD), serta kinerja sistem utilitas. Hasil penilaian menunjukkan skor 31 poin dari maksimum 46 poin atau 67,39%. Evaluasi lebih lanjut menunjukkan bahwa gedung masih memerlukan rekomendasi teknis untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Penerapan rekomendasi teknis menghasilkan peningkatan signifikan pada capaian nilai, dari 31 poin atau 67,39% menjadi 45 poin atau 97,56%.

Kata Kunci: Perubahan Iklim, Bangunan Gedung Hijau, Konstruksi Berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-06-11

How to Cite

Nasution, N., Nugroho, P. S., & Sudibyo, G. H. . (2026). PENILAIAN EFISIENSI ENERGI GEDUNG IME UNSOED BERDASARKAN STANDAR BANGUNAN GEDUNG HIJAU . Jurnal Arsitektur ARCADE, 10(2), 286–291. https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4647