REPRESENTASI KOGNITIF CITRA KAWASAN REKLAMASI PANTAI MANAKARRA BAGI GEN Z

Authors

  • Syam Rachma Marcillia Arsitektur Universitas Gadjah Mada
  • Lulu Anggreani Adiyani Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4578

Abstract

Abstract: Coastal reclamation occurs due to the increasing growth rate and the rapidly increasing need for land. Mamuju City is one of the cities experiencing a reclamation process that occurred in its coastal area, then developed into a public space with a variety of social, economic and recreational activities. As this development, this area has emerged various groups of space users, including Gen Z. Currently dominating activities in the area. This phenomenon encourages the importance of understanding Gen Z through their spatial experiences. This study aims to determine how Generation Z views the image of the area as a public space formed by the reclamation process. For Gen Z, public space is not only a place to accommodate activities, but how the place is meaningful and provides a spatial experience. The method used is cognitive mapping, based on Lynch's theory, namely landmarks, nodes, paths, districts, and edges. The findings show that the more dominant areas are the structure of the city image chosen by respondents. This shows that the area has unique physical elements and meanings given by Generation Z, so that the image of the area is formed from the results of Generation Z's perceptions as a result of interpretations of the Manakarra Coastal Area.

Keyword: Spatial Cognition, Urban Image Elements, Reclamation, Public Space

Abstrak: Reklamasi Pantai terjadi karena laju pertumbuhan meningkat serta kebutuhan lahan yang meningkat pesat. Kota Mamuju merupakan salah satu kota yang mengalami proses reklamasi yang terjadi di kawasan pesisirnya, kemudian berkembang menjadi ruang publik dengan beragam aktivitas sosial, ekonomi dan rekreasi. Seiiring perkembangannya, kawasan ini muncul berbagai kelompok pengguna ruang, termasuk Gen Z. Saat ini mendominasi aktivitas di kawasan. Fenomena ini mendorong pentingnya pemahaman Gen Z melalui pengalaman spasial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Generasi Z memandang citra kawasan sebagai ruang publik yang terbentuk karena proses reklamasi. Bagi Gen Z, ruang publik bukan hanya sebuah tempat untuk mewadahi aktivitas, tetapi bagaimana tempat tersebut bermakna serta memberikan pengalaman ruang. Metode yang digunakan menggunakan pemetaan kognisi (cognitive mapping), berdasarkan teori Lynch,  adalah landmark, node, path, district, dan edge. Hasil temuan bahwa Area-area yang lebih dominan merupakan struktur citra kota yang dipilih oleh responden. Hal ini menujukkan bahwa area tersebut memiliki elemen fisik khas dan makna yang diberikan oleh Generasi Z, sehingga Citra kawasan terbentuk dari hasil persepsi Generasi Z sebagai hasil interpretasi terhadap Kawasan Pantai Manakarra

Kata Kunci: Kognisi Spasial, Elemen Citra Kota, Reklamasi, Ruang Publik

Author Biography

Syam Rachma Marcillia, Arsitektur Universitas Gadjah Mada

Arsitektur Universitas Gadjah Mada

Downloads

Published

2026-06-11

How to Cite

Marcillia, S. R., & Adiyani, L. A. (2026). REPRESENTASI KOGNITIF CITRA KAWASAN REKLAMASI PANTAI MANAKARRA BAGI GEN Z. Jurnal Arsitektur ARCADE, 10(2), 194–205. https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4578