PERUBAHAN TATA RUANG RUMAH ADAT KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA MELALUI KOMPARATIF DENAH PRA DAN PASCA PERUBAHAN
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4566Abstract
Abstract: This study aims to identify and classify spatial transformations in the traditional houses of Kampung Naga, Tasikmalaya, by comparing floor plans before and after modification. These houses represent vernacular architecture reflecting Sundanese cultural values and social structures. Utilizing a mixed-method approach, the research analyzes six case studies: one original baseline typology and five modified houses (P1–P5). Data was gathered through field observations, measurements, interviews, and visual documentation to reconstruct original layouts.
The analysis evaluates spatial configuration, room functions, circulation, and proportions, calculating the percentage of retained versus altered spaces. Results indicate that the original spatial organization follows a linear, hierarchical pattern consisting of the golodog, pawon, bedroom, and goah. Transformations are classified into three levels: Minor change (≥75% authenticity), Moderate change (50–74%), Major change (≤49%)
The findings reveal that higher levels of modification directly correlate with decreased spatial authenticity and integrity. Consequently, an adaptive conservation approach—grounded in principles of authenticity and reversibility—is essential to preserve the spatial identity of Kampung Naga while accommodating contemporary living needs.
Keywords: vernacular architecture, Kampung Naga, spatial transformation
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan transformasi spasial pada rumah tradisional Kampung Naga, Tasikmalaya, melalui perbandingan denah sebelum dan sesudah modifikasi. Rumah tradisional ini merupakan arsitektur vernakular yang merefleksikan nilai budaya dan struktur sosial masyarakat Sunda. Menggunakan metode campuran kualitatif dan kuantitatif, penelitian melibatkan enam rumah sebagai studi kasus: satu rumah dengan tata letak asli sebagai tipologi dasar dan lima rumah yang telah mengalami transformasi (P1–P5). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, pengukuran denah, wawancara, dan dokumentasi visual. Analisis difokuskan pada konfigurasi ruang, fungsi, sirkulasi, proporsi, serta penghitungan persentase perubahan ruang.
Hasil penelitian menunjukkan organisasi ruang asli mengikuti pola linier hierarkis yang terdiri dari golodog, pawon, kamar tidur, dan goah. Transformasi spasial diklasifikasikan menjadi tiga tingkat: perubahan minor (≥75% keaslian), moderat (50–74%), dan mayor (≤49%). Temuan mengindikasikan bahwa semakin besar modifikasi, semakin rendah tingkat autentisitas dan integritas spasial rumah tradisional tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan konservasi adaptif yang mempertimbangkan prinsip autentisitas dan reversibilitas guna menjaga identitas spasial Kampung Naga di tengah kebutuhan hunian kontemporer.
Kata Kunci: arsitektur vernakular, Kampung Naga, perubahan tata ruang
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











