KAJIAN KAWASAN KOTA LAMA TANGERANG BERDASARKAN KOMPONEN FISIK PARIWISATA PERKOTAAN

Authors

  • Prisca Bicawasti Budi Sutanty Universitas Pembangunan Jaya
  • Lutfi Aulia Makarim Universitas Pembangunan Jaya
  • Meirisa Trinkawati Universitas Pembangunan Jaya
  • Gabriella Candani Paramesti Ardhana Universitas Pembangunan Jaya
  • Muhammad Afrija Ardiansyah Universitas Pembangunan Jaya

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v10i1.4522

Abstract

Abstract: Kota Lama Tangerang is a historic district with significant potential to be developed as a culture-based urban tourism destination; however, it faces challenges in the integration of its physical components. This study aims to identify the existing condition of the physical components of urban tourism and to analyze their level of suitability across three main corridors, namely Jalan Kisamaun, Jalan Bhakti, and Jalan Cilame. The research employed a descriptive-quantitative approach with an evaluative method based on the classification of primary, secondary, and additional elements in urban tourism theory. Assessment was conducted through ordinal scoring and weighting using the Weighted Product method to determine the suitability level of each corridor. The results indicate that Jalan Kisamaun achieved the highest suitability level (84.22%), classified as very high, due to the relatively strong integration of attractions, supporting facilities, and accessibility. Jalan Cilame falls within the high category (66.00%), while Jalan Bhakti is classified as moderate (57.78%) due to limitations in supporting accessibility. These findings highlight that the balance between attractions, facilities, and accessibility is a key factor in strengthening the area as a sustainable urban tourism destination.

Keyword: Kawasan Kota Lama Tangerang, Physical Components of the Area, Urban Tourism

Abstrak: Kota Lama Tangerang merupakan kawasan bersejarah yang memiliki potensi sebagai destinasi pariwisata perkotaan berbasis budaya, namun menghadapi tantangan dalam integrasi komponen fisik kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting komponen fisik pariwisata perkotaan serta menganalisis tingkat kesesuaiannya pada tiga koridor utama, yaitu Jalan Kisamaun, Jalan Bhakti, dan Jalan Cilame. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif dengan metode evaluatif berdasarkan klasifikasi elemen primer, sekunder, dan tambahan dalam teori urban tourism. Penilaian dilakukan melalui skoring ordinal dan pembobotan menggunakan metode Weighted Product untuk memperoleh nilai kesesuaian masing-masing koridor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Kisamaun memiliki tingkat kesesuaian tertinggi (84,22%) dengan kategori sangat tinggi karena integrasi daya tarik, fasilitas pendukung, dan aksesibilitas yang relatif baik. Jalan Cilame berada pada kategori tinggi (66,00%), sedangkan Jalan Bhakti berada pada kategori sedang (57,78%) akibat keterbatasan aksesibilitas penunjang. Temuan ini menegaskan bahwa keseimbangan antara daya tarik, fasilitas, dan aksesibilitas menjadi faktor kunci dalam penguatan kawasan sebagai destinasi pariwisata perkotaan yang berkelanjutan.

Kata Kunci: Kawasan Kota Lama Tangerang, Komponen Fisik Kawasan, Pariwisata Perkotaan

Downloads

Published

2026-03-29

How to Cite

Sutanty, P. B. B., Lutfi Aulia Makarim, Meirisa Trinkawati, Gabriella Candani Paramesti Ardhana, & Muhammad Afrija Ardiansyah. (2026). KAJIAN KAWASAN KOTA LAMA TANGERANG BERDASARKAN KOMPONEN FISIK PARIWISATA PERKOTAAN. Jurnal Arsitektur ARCADE, 10(1), 157–167. https://doi.org/10.31848/arcade.v10i1.4522