INTEGRASI VISUAL-ARSITEKTURAL BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA PENGEMBANGAN DESA WISATA KABA-KABA, TABANAN
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4426Abstract
Abstract: Augmented Reality (AR) has emerged as an interactive technology capable of enhancing visual information delivery in tourism promotion. This study aims to implement and evaluate the integration of visual-architectural elements based on Augmented Reality as a supporting medium for promoting Kaba-Kaba Tourism Village, Tabanan, Bali. The research employs a research and development approach, encompassing tourism potential data collection, three-dimensional (3D) object modeling, AR integration using marker-based technology, and the development of AR-based promotional brochures. System functionality was tested using blackbox testing to ensure that all main features operated as expected. The results indicate that AR can effectively present visual-architectural representations of tourism objects in an interactive and contextual manner. However, the use of printed brochures as AR markers presents technical limitations related to marker size, scanning distance, and smartphone camera focus. Therefore, AR-based brochures are more suitable as an introductory promotional medium rather than a primary platform for in-depth exploration. This study contributes to the development of applied AR technology for rural tourism promotion while providing practical recommendations for future implementation.
Keyword: Augmented Reality, Tourism Village, Visual Architecture
Abstrak: Augmented Reality (AR) merupakan teknologi interaktif yang mampu meningkatkan penyampaian informasi visual dalam promosi pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi integrasi visual-arsitektural berbasis Augmented Reality sebagai media pendukung promosi Desa Wisata Kaba-Kaba, Tabanan, Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) yang meliputi pengumpulan data potensi wisata, pembuatan model tiga dimensi (3D), integrasi AR berbasis marker, serta perancangan brosur promosi berbasis AR. Pengujian fungsional sistem dilakukan menggunakan metode blackbox untuk memastikan setiap fitur utama berjalan sesuai dengan perancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AR mampu menyajikan representasi visual-arsitektural objek wisata secara interaktif dan kontekstual. Namun, penggunaan brosur cetak sebagai media marker AR memiliki keterbatasan teknis terkait ukuran marker, jarak pemindaian, dan kemampuan fokus kamera perangkat telepon pintar. Oleh karena itu, AR pada brosur lebih tepat digunakan sebagai media pengenalan awal, bukan sebagai media utama eksplorasi visual secara mendalam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan media promosi desa wisata berbasis teknologi AR.
Kata Kunci: Augmented Reality, Desa Wisata, Visual Arsitektural
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











