IDENTIFIKASI POTENSI INTEGRASI ANTAR PUSAT KEGIATAN (NODES) DI KAWASAN PERKOTAAN BANDAR LAMPUNG

Authors

  • Ayu Komalasari Dewi Universitas Lampung
  • Tiya Suryadi Putri Universitas Lampung
  • Suci Lestari Universitas Lampung
  • Moh. Faisal Faris Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4350

Abstract

Abstract: The lack of Public Open Spaces (POS) in Bandar Lampung is still a fundamental challenge in achieving sustainable urban development. The city also shows a polycentric pattern, where various activity centers grow in different districts, but this is not yet supported by proper planning or spatial integration. At the same time, understanding how communities actually use urban spaces is important to see how these areas function in everyday life. This study aims to develop a concept for urban nodes in Bandar Lampung that is adaptive, integrated, and responsive by considering community behavior. The methods used include mapping observations (to identify activity center points) and questionnaires (to understand user behavior in POS). The results show that among the four districts studied, Enggal District has the strongest potential to serve as a primary node that can integrate other surrounding nodes.

Keyword: Public Open Space, Urban Nodes, Community Behavior, Integrated Development

Abstrak: Keterbatasan Ruang Terbuka Publik (RTP) di Kota Bandar Lampung masih menjadi isu mendasar dalam pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Selain itu, struktur ruang Kota Bandar Lampung menunjukkan kecenderungan perkembangan pusat kegiatan yang bersifat polisentrik, dengan sebaran aktivitas di berbagai kecamatan, namun belum diimbangi oleh sistem perencanaan dan integrasi spasial yang memadai. Di sisi lain, aktivitas komunitas di ruang kota penting untuk diketahui dan dipahami untuk mendapatkan perspektif bagaimana ruang digunakan oleh masyarakat secara nyata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk dapat merumuskan konsep pengembangan pusat kegiatan atau nodes di Bandar Lampung yang adaptif, terintegrasi, dan responsif dengan mempertimbangkan perilaku komunitas disekitarnya. Metode yang digunakan yaitu observasi pemetaan (titik-titik pusat kegiatan) dan kueisioner (perilaku pengguna RTP). Adapun hasil nya memperlihatkan bahwa dari empat kecamatan yang ada di Bandar lampung, Kecamatan Enggal mempunyai potensi untuk menjadi node primer yang dapat mengintegrasikan node node lain disekitarnya.

Kata Kunci: Ruang Terbuka Publik, Nodes Perkotaan, Perilaku Komunitas, Terintegrasi

Downloads

Published

2026-06-11

How to Cite

Dewi, A. K., Putri, T. S., Lestari, S., & Faris, M. F. (2026). IDENTIFIKASI POTENSI INTEGRASI ANTAR PUSAT KEGIATAN (NODES) DI KAWASAN PERKOTAAN BANDAR LAMPUNG. Jurnal Arsitektur ARCADE, 10(2), 206–214. https://doi.org/10.31848/arcade.v10i2.4350