MOTIVASI WISATA ZIARAH DAN POTENSI PENGEMBANGANNYA MENJADI WISATA HALAL DI DESA MAJASTO KABUPATEN SUKOHARJO
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v2i2.34Abstract
Abstract: In general, this study aims to integrate the potential of the cultural landscape to be an important component in the planning of Majasto Tourism Village. While the specific objectives are 1) Identify the characteristics of pilgrimage tourism at the Tomb of Bumi Arum Majasto; 2) Understanding the grave position for the local community; and 3) Estimating tourism development strategy in Majasto Village. This research is an explorative research. The information is explored and presented by qualitative descriptive method. The field data was collected qualitatively and presented descriptively according to existing facts, organized and systematic. After the analysis and discussion, it was found that (1) overall tourism motivation contradicts by the Islamic perspective, especially (a) strong motivation for blessing and prayers to the ancestor, and (b) There is no learning motivation (history) and da'wah; (2) The community has a place attachment by the grave, it has a very important position for the Majasto community; and (3) Such conditions imply the importance of prudence in the development of Majasto Tourism Village.
Keyword: Pilgrimage Tourism, Halal Tourism, Majasto
Â
Abstrak: Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan potensi lanskap budaya di Desa Majasto menjadi komponen penting dalam perencanaan Desa Wisata Majasto. Sedangkan tujuan khususnya adalah  1) Mengidentifikasi karakteristik wisata ziarah di Makam Bumi Arum Majasto; 2) Memahami kedudukan makam bagi masyarakat setempat; dan 3) Memperkirakan strategi pengembangan kepariwisataan di Desa Majasto. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Informasi digali dan disajikan dengan metoda deskriptif kualitatif. Data lapangan dikumpulkan secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif sesuai fakta yang ada, terorganisisr dan sistematis.Setelah dilakukna analisis dan pembahasan, diperoleh temuan bahwa (1) secara keseluruhan motivasi wisata kotradiktif terhadap cara pandang Islam, terutama (a) kuatnya motivasi ngalab berkah, meminta restu serta nyenyuwun atau lambaran doa, serta (b) Tidak dijumpai motivasi belajar (sejarah) dan dakwah; (2) Masyarakat memiliki kelekatan yang kuat dengan makam (place attachment), memiliki kedudukan yang sangat penting bagi masyarakat Majasto; dan (3) Kondisi demikian berimplikasi pentingnya kehati-hatian dalam pengembangan Desa Wisata Majasto.
Kata Kunci: Wisata Ziarah, Wisata Halal, Majasto
References
Abdillah, A. B. Y., Djamhur Hamid, ., & Topowijono. (2016). Dampak Pengembangan Pariwisata Teradap Kehidupan Masyarakat Lokal Di Kawasan Wisata (Studi Pada Masyarakat Sekitar Wisata Wendit, Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 30(1), 5.
Atmoko, T. P. Ha. (2014). Strategi Pengembangan Potensi desa wisata Brajan Kabupaten Sleman. Atmoko,T.Prasetyo HAdi, 12(November), 9. Retrieved from http://amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/87/85
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo. (2007). Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo. 2007: Kabupaten Sukoharjo.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo. (2001). Legenda Kyai Ageng Sutawijaya (Makam Bumi Arus Majasto). Sukoharjo.
Indrawati, N. ,. (2016). Identification the Cultural Landscape Component for Pilgrimage Tourism Development in The Majasto Village (The Sites of Waliselawe - An Islamic Leader in XV-XVI Centuries) . International Conference on Engineering and Applied Science 2016 (pp. 47-57). Purwokwerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Perda No 14 tahun 2011. (n.d.). tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukoharjo tahun 2011-2031. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Pigeaud, H. D. (2003). Kerajaan Islam Pertama di Jawa: Tinjauan Sejarah Politik Abad XV dan XVI. Jakarta: Pustka Utama Grafiti.
Jaelani, A. (2017). Industri wisata halal di Indonesia: Potensi dan prospek. Mpra, (76237), 1–20. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.29350.52802
Mujib, M. M. (2013). Tradisi Ziarah Dalam Masyarakat Jawa: Kontestasi Kesalehan, Identitas Keagamaan Dan Komersial. IBDA’ Jurnal Kebudayaan Islam, 11(1), 100–110.
Pariwisata, K., & Desa, K. (2015). Buku Panduan Pengembangan Desa Wisata Hijau.
Widagdo, R., & Rokhlinasari, S. (2017). Dampak Keberadaan Pariwisata Religi terhadap Perkembangan Ekonomi Masyarakat Cirebon. Al-Amwall, 9(1), 59–75.
Widyanegara, A. W. (2011). Ki Ageng Sutawijaya Larah Lan Wewarah. Klaten.
Yayasan Centhini. (1985). Serat Centhini (Jilid 04) versi on line. Yogyakarta: Yayasan Centhini. Retrieved Juni 15, 2014











